Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Banyak sekali aktivitas keterampilan hidup sehari-hari yang dapat dikenalkan kepada anak sedari dini, seperti : menggunting, memarut, menyendok, menyapu, melipat baju, memotong menggunakan pisau dan masih banyak lagi keterampilan yang lain.

Pada umumnya anak-anak selalu tertarik terhadap apapun aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa di sekelilingnya, rasa penasaran yang tinggi membuat mereka juga ingin mencoba melakukannya, termasuk ketika melihat Moms bekerja di dapur menggunakan pisau, atau ketika melihat Moms memotong buah dan kue untuk kudapan mereka.

Rasa takjub mereka terhadap cara kerja pisau, warna dan bentuknya yang menarik, membuat mereka seakan-akan menemukan mainan ajaib yang bisa membuat benda terbelah menjadi beberapa bagian.

Tak heran jika mereka kemudian berusaha meraih benda tajam berbahaya tersebut, karena penasaran ingin mencoba menggunakannya juga.

Tapi jangan buru-buru panik ya Moms, ada tips aman dan seru kok untuk mengajari anak belajar memotong menggunakan pisau, apa saja tipsnya ?? Baca sampai habis artikel dari kami ini ya !

Tips Aman Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Pisau, gunting, obeng merupakan salah satu dari sekian benda di rumah yang selalu dijauhkan dari anak, disimpan seaman mungkin jauh dari jangkauan anak.

Padahal benda-benda tersebut adalah benda yang akan sering dilihat anak dalam kehidupan sehari-hari, karena pasti orang-orang dewasa di sekitarnya selalu menggunakannya.

Hal ini wajar terjadi karena begitu besarnya kasih sayang orang tua terhadap anak, sehingga menjauhkan anak dari benda tajam seperti pisau dianggap hal terbaik karena benda-benda tersebut dapat membahayakan keselamatan sang buah hati.

Apa yang dilakukan kebanyakan orang tua ini memang ada benarnya, namun sebenarnya mengenalkan anak beraktivitas memotong menggunakan pisau sejak dini juga penting lho, karena ternyata aktivitas ini mempunyai banyak sekali manfaat.

Nah, sebelum membahas sepenting apa sih aktivitas ini beserta manfaat-manfaatnya, mari kita simak dulu tips aman mengajarkan anak memotong menggunakan pisau :

Berikan Edukasi Kepada Anak Mengenai Pisau

Alih-alih langsung menjauhkan anak dari pisau, ada baiknya jika Moms kenalkan benda ini kepada anak terlebih dahulu, sampaikan apa itu pisau, apa fungsinya, dan bahaya apa yang akan anak alami jika tidak berhati-hati memegang dan menggunakannya.

Katakan kepada anak bahwa dia bisa berlatih menggunakannya kapan saja hingga mereka mahir seperti orang dewasa menggunakannya, tetapi ada syarat yang harus dipatuhi, yaitu harus ada izin dan pengawasan dari orang tua atau orang dewasa yang berada di sekelilingnya terlebih dahulu.

Buat kesepakatan bersama anak ya Moms, sampaikan dengan kalimat yang sederhana, dan diksi yang tepat, sesuaikan dengan tingkat usia serta kemampuan berpikir anak.

Pasti kondisinya akan berbeda, jika orangtua mengedukasi hal ini terlebih dahulu kepada anak dengan komunikasi yang tepat dan baik, dibandingkan ketika orang tua tiba-tiba melarang dan menjauhkan pisau dari anak tanpa alasan dan penjelasan.

Awalnya mungkin anak akan memiliki banyak pertanyaan, jawablah pertanyaan mereka dengan sabar, tulus dan jujur. Ciptakan diskusi-diskusi kecil yang mengaktifkan pikiran mereka.

Ketika anak telah mengetahui apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan jika sembarangan bermain dengan pisau, apa dampaknya jika digunakan tidak sesuai fungsinya, harapannya mereka akan berusaha untuk lebih berhati-hati dan akan selalu meminta izin orang tua terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Selain itu, ketika anak diberikan izin untuk memegang dan menggunakan pisau ini, maka anak akan merasa telah diberi kepercayaan oleh orang tuanya untuk mempergunakannya seperti layaknya orang dewasa di sekitarnya yang juga menggunakan benda ini.

Rasa penasaran anak pun akan berkurang, sehingga mereka tidak akan sembarangan memainkannya ketika melihat benda tajam ini.

Pilih Pisau Yang Ramah Anak Dan Ajarkan Secara Bertahap Dalam Menggunakannya

Saat ini sangat mudah menemukan pisau khusus untuk anak di pasaran, Moms bisa membelinya bersama anak, silakan berdiskusi dengan anak baik dalam memilih warna maupun bentuknya.

Dalam memilih pisau untuk anak sebaiknya disesuaikan dengan tahapan kemampuan mereka, jika jari-jari anak sekiranya belum terlalu kuat untuk memegang pisau yang berbahan stainless steel, Moms bisa pilihkan pisau yang terbuat dari bahan plastik namun kuat.

Saran kami, jangan langsung ke pisau yang tajam ya Moms, apalagi untuk anak usia dini, meskipun saat melakukan aktivitasnya anak dalam pengawasan, hal ini sangat berbahaya karena koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan estimasi mereka belumlah sempurna.

Dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misal pisaunya terpeleset atau salah sasaran kemudian melukai anggota tubuhnya. Tidak hanya fisik anak yang terluka, namun ditakutkan juga akan menimbulkan trauma sehingga kedepannya anak jadi enggan belajar menggunakan pisau lagi bahkan untuk sekedar menyentuh atau melihat pun mereka jadi takut.

Nah, untuk itu ada baiknya mengenalkan aktivitas ini secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan anak saja ya Moms.

Moms bisa mulai mengenalkannya dengan pisau berbahan plastik terlebih dahulu, tetapi pilih bahan plastik yang kuat, tidak mudah patah, dan tumpul baik bagian ujungnya maupun bagian bilah pisaunya, khususnya di bagian mata pisau. 

Ketika anak sudah mahir menggunakannya, silakan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, misal mengenalkan anak dengan pisau berbahan stainless steel, pilih yang memiliki kualitas bagus, tebal, ringan, dan tumpul (baik ujung maupun mata pisau).

Moms juga bisa menggunakan pisau untuk memotong steak yang ujungnya tumpul, namun sedikit bergerigi di ujung bilah mata pisaunya. Nah,kalau dirasa anak sudah mampu menggunakannya dengan baik, bertahap ganti dengan pisau yang lebih tajam.

Demikian seterusnya hingga akhirnya anak mampu menggunakan pisau dapur yang Moms gunakan sehari-hari.

Berikan Contoh menggunakan Pisau Yang Aman Kepada Anak

Sebelum Moms memberikan aktivitas memotong menggunakan pisau kepada anak, sebaiknya Moms contohkan terlebih dahulu kepada anak secara perlahan-lahan.

Kenapa secara perlahan-lahan ?? Agar anak dapat memperhatikan dan memahami setiap instruksi dengan baik, supaya tidak terjadi kesalahan yang berakibat membahayakan untuk anak kedepannya.

Ajarkan kepada anak cara memotong yang baik dan benar. Bagaimana posisi duduknya, tangan, jari dan fokus pandangan mata mereka ketika memotong menggunakan pisau.

Ajarkan memotong makanan menggunakan kedua tangan, satu tangan untuk memegang pisaunya, sementara yang lain memegang kuat bahan makanan yang akan dipotong.

Tunjukan dengan cara duduk di samping anak, di posisi dominan mereka, bukan di hadapannya ya Moms, hal ini bertujuan agar anak dapat dengan jelas mengamati posisi tangan maupun jari-jari Moms saat mengayunkan pisau, sehingga anak akan lebih mudah mencontoh.

Moms juga dapat memberi contoh cara memberikan pisau kepada orang lain dengan aman dan sopan, berikut cara memyimpannya dengan baik dan aman.

Perhatikan Bahan-Bahan Yang Akan dipotong Menggunakan Pisau Oleh Anak

Selain memperhatikan pisau yang akan digunakan anak, hal lain yang harus diperhatikan adalah bahan yang akan dipotong dengan pisau oleh anak.

Bahan yang dipilih sebaiknya juga bertahap dari yang bertekstur lembut terlebih dahulu baru ke yang keras.

Bahan-bahan bertekstur lembut yang dapat diberikan kepada anak di awal belajarnya menggunakan pisau, antara lain : tahu, pisang, alpukat, cincau hitam, tofu, agar-agar, dan lain-lain

Jika anak sudah menguasai teknik memotong bahan bertekstur lembut dengan baik, bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya, seperti : memotong mainan dough, memotong irisan pepaya matang, irisan mangga matang dan lain-lain. Usahakan irisannya besar ya Moms agar anak mudah memegangnya.

Lalu lanjutkan lagi ke tahap memotong wortel rebus, kentang rebus, yang sudah dibelah ya Moms. Nah, jika di tahap ini anak juga telah melakukannya dengan baik, Moms dapat melanjutkannya lagi ke tahap berikutnya, demikian seterusnya hingga anak mampu memotong bahan yang bertekstur keras, seperti ; wortel, kentang, labu siam, dan lain-lain, dalam kondisi utuh dan mentah.

Kenapa harus bertahap ?? Semuanya butuh proses ya Moms, sesuatu yang matang di proses pasti hasilnya akan terasa lebih manis..hehe.

Alasan lain adalah jika dilakukan bertahap sesuai kemampuan anak, pasti anak akan merasa bahwa kegiatan ini mudah dilakukan, karena dia dapat melalui tiap tahapannya tanpa merasa ada sesuatu yang menyulitkan dirinya, harapannya hal ini dapat menghindari timbulnya rasa putus asa dalam melalui tiap tahapan proses belajarnya.

Ketika anak merasa mudah, pasti mereka akan terus bersemangat dan merasa selalu tertantang untuk terus mencoba.

Beri Kepercayaan Kepada Anak Untuk Mencobanya

Salah satu hal yang harus diperhatikan orang tua adalah berikan kepercayaan kepada anak untuk mencoba hal apapun yang mereka inginkan selama itu tidak membahayakan dirinya, orang sekitar, dan lingkungannya serta tidak melanggar norma. Bebaskan mereka untuk memenuhi rasa ingin tahunya, dan mengeksplorasi lingkungannya. 

Hal ini akan menambah rasa percaya dirinya, ketika rasa percaya diri anak meningkat kecerdasannya pun meningkat.

Begitu pula dalam aktivitas memotong ini, ketika Moms sudah melakukan tips-tips di atas dengan baik, sudah saatnya Moms untuk memberikan kepercayaan kepada anak untuk mencobanya.

Jika anak ingin mencoba kegiatan ini berulang-ulang, beri kesempatan kepadanya dan fasilitasi dengan baik.

Beri Apresiasi Dan Jauhi Komentar Negatif

Jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi ketika anak berhasil melakukan aktivitasnya dengan baik sesuai dengan intruksi yang Moms berikan agar anak senantiasa bersemangat dan tertarik untuk terus mencoba hingga terampil menggunakan pisaunya.

Dan jangan pernah memberikan komentar negatif saat anak tidak melakukan sesuai instruksi maupun saat melakukan kesalahan. 

Observasi setiap apa yang anak lakukan ya Moms, terkadang anak tidak melakukan sesuai instruksi belum tentu karena mereka tidak memperhatikan apa yang sudah orang tua jelaskan, tetapi bisa jadi karena mereka menemukan caranya sendiri dalam menyelesaikan tugasnya.

Selama hal tersebut tidak membahayakan, membiarkan anak melakukan sesuai dengan caranya akan lebih bijaksana. Tunggu hingga anak menyelesaikan aktivitasnya terlebih dahulu, baru Moms dapat menanyakan kepada anak alasan mereka melakukan hal tersebut dan Moms bisa berdiskusi dengan mereka setelahnya, jadi jangan menyela aktivitasnya ya Moms.

Demikian halnya ketika anak melakukan kesalahan, ada baiknya jika kita sebagai orang tua yang mendampingi aktivitasnya tidak terlalu banyak menginterupsi ketika anak sedang berkegiatan, biarkan anak fokus dan menikmati kegiatannya meskipun ada kesalahan.

Selama apa yang dia lakukan itu tidak berbahaya, biarkan anak menyadari kesalahannya sendiri, supaya anak memiliki kepekaan dan kontrol atas kesalahannya.

Alangkah bijaknya jika orang tua memberikan kesempatan agar dia mencari solusinya sendiri, barulah ketika mereka benar-benar menyerah dan membutuhkan bantuan kita, kita bantu mereka.

Biarkan mereka melakukan kegiatan memotong ini dengan bahagia tanpa merasa ada tekanan dari manapun.

Kemas Kegiatan Memotong Menggunakan Pisau Dengan Menarik Dan Menyenangkan

Mengemas kegiatan menggunakan pisau menjadi semenarik dan menyenangkan mungkin akan menjauhkan anak dari rasa bosan dan jenuh dalam menjalani proses belajarnya.

Jauhi aktivitas yang monoton, Moms bisa libatkan anak saat Moms sedang memasak di dapur, menyiapkan kudapan untuk keluarga, atau bisa juga mengemasnya dalam bentuk permainan.

Meskipun bahan makanan yang anak potong tidak berbentuk, tidak beraturan atau hancur sekalipun, tidak ada salahnya untuk melibatkan karyanya tersebut ke dalam masakan atau makanan yang Moms buat dan sajikan untuk keluarga, anak pasti akan bangga dan merasa hasil kerja kerasnya dihargai.

Ajak Anak Untuk Selalu Menjaga Kebersihan Dan Kerapian

Ada baiknya jika saat mengajarkan aktivitas memotong menggunakan pisau ini, anak tidak hanya diajarkan cara memotong dan menggunakan pisau dengan tepat saja, tetapi juga ajarkan rangkaian kegiatan sebelum dan sesudah si anak beraktivitas dengan pisaunya.

Misalnya dengan mengajak anak mempersiapkan segala peralatannya terlebih dahulu, usahakan peralatan yang akan digunakan anak disimpan di tempat yang mereka mudah mengambilnya, sehingga mereka dapat menggunakannya kapanpun dia mau.

Ajarkan juga mencuci kedua tangan sebelum memulai aktivitas, minta anak mencuci tangan dan mengeringkannya dengan seksama. Ini penting agar tangannya bersih, kesat dan tidak licin.

Begitu pula dengan bahan yang akan dipakai, jika yang digunakan adalah bahan makanan, sebaiknya di cuci terlebih dahulu hingga bersih, dan pastikan bahan yang akan digunakan tersebut benar-benar sudah kering saat akan digunakan.

Ajak anak untuk membereskan semua peralatan setelah selesai berkegiatan, ajarkan juga cara mencucinya dengan baik dan ajak anak menyimpan kembali alat-alat tersebut sesuai tempatnya setelah kering.

Jangan lupa sampaikan alasannya mengapa kita harus melakukan hal itu, misal supaya ketika nanti kita akan menggunakannya kembali, kondisi peralatan tersebut sudah bersih dan siap untuk dipakai, bonusnya rumah pun akan selalu terlihat bersih dan rapi. Hal ini melatih anak agar disiplin, teratur, dan pandai menjaga kebersihan dan kerapian.

Kapan Anak Sudah Bisa Diajarkan Menggunakan Pisau

Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Tidak ada patokan usia ketika akan mengenalkan anak menggunakan pisau, karena sebenarnya usia bukanlah penentu, yang perlu Moms perhatikan hanyalah minat dan kesiapan anak, jika anak berusia 3 tahun sudah mulai tertarik menggunakan pisau, ajarkan saja Moms dengan memperhatikan tips aman diatas.

Berikut inia syarat-syarat yang dapat menjadi tolok ukur kapan saat yang tepat untuk mengenalkan anak menggunakan pisau :

Anak Terlihat Memiliki Minat Yang Tinggi Menggunakan Pisau

Ketika anak sudah menunjukkan minatnya untuk menggunakan benda tersebut, sudah mulai penasaran ingin pegang dan mencoba memotong sesuatu dengan benda tersebut, itu adalah salah satu tanda bahwa anak telah siap untuk melakukannya, selanjutnya yang Moms perlu lakukan adalah memfasilitasi minatnya tersebut dengan memperhatikan tips aman mengajarkan anak memotong menggunakan pisau seperti yang telah kami uraikan diatas.

Secara Fisik Anak Sudah Siap

Hal lain yang juga harus Moms perhatikan adalah kesiapan fisik dan kekuatan jari-jari mungilnya, jika anak sudah menunjukkan minatnya tetapi ternyata ketika melakukan aktivitas ini anak belum mampu menggunakan pisau yang dimilikinya di rumah dengan baik, ada baiknya segera mengganti pisaunya, cari pisau yang sesuai dengan kemampuannya, agar dalam proses belajarnya anak tidak menjadi frustasi.

Anak Sudah Siap Secara Emosional

Hal lain yang harus Moms perhatikan adalah emosional anak, untuk itu pahamkan anak terlebih dahulu bahwa menyimpan, membawa dan menggunakan pisau harus sangat berhati-hati karena jika tidak pisau tersebut dapat melukai dirinya dan orang lain. Tekankan selalu hal ini dari awal meskipun anak masih menggunakan pisau plastik atau sekalipun saat anak telah mahir menggunakan pisau yang tajam. 

Moms yang paling tahu kondisi emosional buah hati masing-masing, meskipun sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan tetapi jika emosional anak masih sangat labil, tunda dulu mengenalkan aktivitas ini atau kenalkan tapi perlahan-lahan dengan alat dan bahan-bahan yang aman untuknya.

Keterampilan Motorik Halusnya Sudah Mulai Kuat

Moms dapat mengenalkan aktivitas ini ketika melihat keterampilan motorik halus anak sudah mulai kuat, sebagai contoh ketika anak sudah dapat menggunakan alat-alat genggam dengan baik seperti garpu, sendok, pensil, gunting, dan lain-lain.

Nah, jika anak sudah menunjukkan tanda ini, segera saja Moms ajak anak berlatih memotong menggunakan pisau dengan mengikuti tips aman yang telah kami sampaikan diatas.

Anak Sudah Mampu Memahami Instruksi Dengan Baik

Ketika anak sudah mampu mendengarkan, mengingat, dan mengikuti instruksi sederhana orang tua dengan baik, artinya Moms sudah bisa mengenalkan aktivitas ini.

Namun, jangan pula berekspektasi anak langsung dapat melakukannya dengan sempurna ya Moms, ajak anak berlatih sesering dia mau.

Manfaat Kegiatan Memotong Menggunakan Pisau

Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh anak dalam aktivitas ini, antara lain :

  • Sebagai bekal untuk melakukan keterampilan hidup sehari-hari di kemudian hari.
  • Melatih kemandirian anak.
  • Melatih kesabaran anak.
  • Melatih fokus anak.
  • Kegiatan ini dapat memperpanjang rentang konsentrasi anak.
  • Melatih kekuatan motorik halus anak, menguatkan otot tangan dan jari-jari tangan anak untuk pincer grasp.
  • Melatih koordinasi mata dan tangan anak.
  • Sebagai bentuk melatih kepekaan sensori anak.
  • Anak belajar membedakan tajam dan tumpul, tekstur lembut dan keras.
  • Melatih kemampuan estimasi anak.
  • Dan lain-lain.

Nah, banyak sekali ya Moms manfaatnya. Untuk itu jangan lupa perhatikan minat dan kesiapan anak, lalu fasilitasi dan kemas kegiatan ini dengan menyenangkan. Semangat ya Moms !!!.

Mengupas Dan Memotong Pisang

Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Pisau

Salah satu contoh kegiatan memotong dengan pisau yang sering anak-anak sekolahkudirumah lakukan adalah memotong buah pisang untuk dijadikan pelengkap sarapan bersama susu dan sereal.

Anak-anak juga akan menawarkan diri untuk memotong pisang ketika melihat saya akan membuat makanan yang menggunakan buah pisang sebagai bahannya, seperti banana ice cream, banana smoothie, banana cake, roti bakar pisang, dan lain-lain.

Kami mulai mengenalkan kegiatan memotong menggunakan pisau ini ketika anak berusia kurang lebih tiga tahun, pengenalannya secara bertahap dan menggunakan tips aman yang sudah kami tulis diatas.

Awalnya saya hanya memberikan contoh bagaimana cara mengupas kulit buah pisang dengan baik, tidak lupa juga ajarkan kepada anak-anak untuk menyediakan tempat untuk membuang sampah kulitnya terlebih dahulu, barulah ketika seluruh kulit terkumpul, minta anak-anak untuk membuangnya ke tempat sampah dan membersihkan wadahnya, tawarkan apakah mereka membutuhkan bantuan kita.

Ketika anak sudah menikmati kegiatannya, barulah saya perkenalkan bagaimana cara memegang pisau yang aman, beri tahu bagian mana yang tajam dan tumpul, lalu biarkan anak mencobanya, tidak lupa juga saya berikan contoh cara memberikan pisau yang aman dan sopan kepada orang lain.

Banyak manfaat yang kami rasakan ketika memberikan aktivitas ini kepada anak sejak dini, antara lain :

  • Kegiatan ini dapat menjadi sarana anak berlatih untuk mandiri dan suka mengkonsumsi buah-buahan.
  • Kegiatan ini memiliki tujuan langsung, yaitu membekali anak-anak dengan keterampilan mengupas dan memotong kulit buah pisang.
  • Kegiatan ini mempunyai tujuan tidak langsung, yaitu melatih koordinasi mata dan tangan anak, mengasah kekuatan otot tangan dan jari-jari tangan untuk pincer grasp.
  • Meningkatkan kemampuan sensori anak, yaitu disaat anak merasakan halusnya kulit pisang, lembutnya tekstur buah pisang, merasakan tajam dan tumpulnya pisau.
  • Melatih kemampuan diskriminasi visual, yaitu ketika pisang masih utuh dan ketika pisang telah terpotong dan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
  • Anak banyak mendapatkan kosa kata baru, seperti : mengupas, memotong, kupas, potong, pisau, tajam, tumpul, pisang, talenan, dan lain-lain.

Demikian Moms pengalaman yang dapat kami bagikan disini, semoga bermanfaat untuk menambah referensi kegiatan anak-anak selama dirumah. 

Selamat Mencoba Moms !!!

Salam sehat 

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *