Cara Belajar Menanam Tomat Bersama Anak

Cara Belajar Menanam Tomat

Bermula dari obrolan ringan bersama anak-anak selepas makan siang, mereka menanyakan bagaimana cara membuat saus tomat seperti yang selama ini sering mereka nikmati sebagai cocolan.

Saus tomat memang selalu menjadi pelengkap ketika saya membuatkan makanan untuk keluarga, seperti : kentang goreng, lumpia, ayam goreng, bakso, pizza, dan lain-lain.

Saat sarapan, anak-anak biasanya juga akan menambahkan sedikit saus tomat ke dalam roti telur buatan mereka, hal ini membuat stok saus tomat hampir tidak pernah absen dari tempatnya.

Saus tomat buatan sendiri tentunya jauh lebih sehat daripada saus tomat siap saji yang banyak dijual di pasaran, mendengar hal ini anak-anak menjadi termotivasi ingin memiliki pohon tomat di rumah.

Di benak mereka dengan mempunyai pohon tomat sendiri pasti akan lebih mudah membuat saus tomat, karena sewaktu-waktu membutuhkan buahnya untuk dibuat saus, mereka tinggal memetik kemudian memasaknya menjadi saus tomat yang lezat dan sehat.

Cara Menanam Tomat Yang Mudah Untuk Belajar Anak

Cara Belajar Menanam Tomat

Melihat semangat mereka ingin memiliki pohon tomat sendiri, tentu saya menyambut niat baik mereka dan memberikan dukungan, selanjutnya kami mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai bercocok tanam.

Ada dua cara yang kami lakukan untuk menanam buah tomat ini, cukup sederhana, tidak rumit, semuanya mudah dilakukan sendiri oleh anak usia tujuh tahun, harapannya sewaktu-waktu mereka ingin menanamnya kembali, mereka bisa melakukannya sendiri.

Menanam Tomat Dengan Membuat Irisan Dan Menyertakan Dagingnya

Cara Belajar Menanam Tomat

Cara ini kami menyebutnya cara coba-coba, karena ide ini muncul ketika kami berdiskusi bahwa ada tanaman yang bisa tumbuh dari biji.

Dalam kerangka berpikirnya yang sederhana, mereka berpendapat, jika tanaman tomat juga tumbuh dari biji, maka jika mereka ingin memiliki tanaman tomat yang harus mereka lakukan adalah menanam bijinya, tetapi mereka merasa kesulitan jika harus mengambil biji-biji kecil di dalam buah tomat itu satu persatu, jadi mereka memilih untuk mencoba menanamnya dalam bentuk irisan dengan menyertakan dagingnya, dengan keyakinan daging buah tomat yang ikut ditanam bisa digunakan sebagai pupuk.

Meskipun sebenarnya cara menanam tomat ini banyak terdapat di internet atau media sosial, namun sengaja saya memberikan ruang kepada anak untuk berpikir dan menyampaikan ide serta pendapatnya.

Selanjutnya kami pun menyiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan, antara lain :

  • Tomat yang sudah matang atau bisa juga yang busuk, Ini tidak akan mempengaruhi tanaman tomat, justru dapat memanfaatkan tomat yang tidak termakan.
  • Pot, karena lahan kami terbatas.
  • Media tanam.

Kemudian karena ini proyek milik mereka, saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukannya sendiri, berikut cara-caranya :

  • Iris tomat menjadi beberapa bagian.
  • Siapkan pot isi dengan media tanam.
  • Letakkan irisan tomat diatas media tanam 
  • Tutupi irisan tomat dengan lebih banyak tanah, tetapi tetap berhati-hati, jangan menambahkan terlalu banyak tanah karena bijinya akan kesulitan untuk tumbuh.
  • Benih-benih ini akan mulai tumbuh dalam beberapa minggu. Setelah tumbuh agak tinggi, kita harus memindahkannya ke dalam pot yang lebih besar atau langsung ke tanah, Ini penting karena untuk memastikan bahwa tanaman tidak bersaing untuk mendapatkan nutrisi.

Menanam Tomat Dengan Memisahkan Biji Dari Dagingnya

Cara Belajar Menanam Tomat

Cara ini kami dapatkan di dalam salah satu komik sains milik anak-anak, disana terdapat petunjuk untuk menanam tomat, namun caranya berbeda dengan yang telah dicoba oleh mereka sebelumnya.

Jika sebelumnya mereka menanam tomat dengan menyertakan dagingnya, karena merasa kesulitan jika harus mengambil biji-biji kecil itu satu persatu.

Di buku komik sains mereka tersebut, justru memberikan petunjuk mudah menanam tomat dengan memisahkan biji dari dagingnya, hal ini yang kemudian membuat anak-anak tertantang untuk mencoba cara ini juga.

Berikut langkah-langkahnya :

  • Kumpulkan biji-biji tomat di dalam wadah.
  • Diamkan kumpulan biji tomat itu selama 2-3 hari.
  • Cuci bersih biji-biji tersebut, lalu keringkan.
  • Tanam biji-biji tomat ke dalam tanah.
  • Sirami setiap hari secara teratur.

Cara ini memang sedikit kurang praktis untuk anak-anak, tetapi tetap bermanfaat jadi tidak ada salahnya untuk dicoba sebagai bahan perbandingan dengan cara menanam sebelumnya.

Cara Merawat Tanaman Tomat

Cara Belajar Menanam Tomat

Untuk memudahkan anak-anak merawat tanaman tomatnya, saya membuatkan tabel khusus merawat tanaman ke dalam buku jurnal mereka, karena saat ini mereka sedang mengoleksi beberapa tanaman lain yang kebetulan juga memerlukan perawatan yang berbeda-beda.

Tujuan dibuatkan tabel supaya anak lebih disiplin, melatih tanggung jawab dan mudah mengevaluasi kegiatannya ini.

Berikut cara kami merawat tanaman-tanaman tomat ini, antara lain :

  • Membuat tabel merawat tanaman.
  • Pastikan anak menyiram tanaman tomatnya setiap hari karena tanaman tomat muda yang masih dalam masa awal pertumbuhan membutuhkan penyiraman yang teratur setiap hari, cukup satu kali dalam sehari, bisa di pagi hari saja atau sore hari saja.
  • Pastikan anak sudah mengecek setidaknya tiga hari sekali apakah tanaman tomat mereka tersebut aman dari hama, jika daun-daunnya terdapat hama, segera bersihkan dan semprot dengan pestisida (kami menggunakan yang organik)
  • Semprot dengan pupuk organik cair tiga hari sekali.
  • Tanaman tomat merupakan tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari, jadi pastikan anak-anak meletakkan tanaman ini di tempat dimana mereka dapat menerima banyak sinar matahari.
  • Jika cuaca sangat terik, biasanya daun-daun tomat muda akan mengatup dan layu, sore harinya minta anak untuk menyiramnya dan menyemprot daun-daunnya supaya segar kembali.
  • karena sinar matahari sangat penting untuk proses pertumbuhan tanaman tomat, beri saran agar anak tidak menutupi tanah lapisan atas dengan daun atau benda lain.

Kegiatan bercocok tanam itu terkesan mudah tetapi memiliki potensi kegagalan juga, untuk itu penting mengevaluasinya supaya anak-anak menjadi tahu penyebab kegagalan mereka dan dimana letak kesalahannya, sehingga mereka dapat memperbaikinya di kemudian hari.

Kegiatan menanam tomat kami ini pun tidak luput dari kegagalan, ada satu pot yang gagal tumbuh, dan setelah dievaluasi ternyata penyebabnya ada pada di tahap awal menanam, anak-anak terlalu banyak menambahkan tanah diatas irisan tomatnya.

Manfaat Belajar Menanam Tomat Bersama Anak

Cara Belajar Menanam Tomat

Banyak sekali manfaat yang kami dapatkan dalam aktivitas ini, dalam pengalaman hands-on learning nya, anak-anak jadi lebih mudah mengkonstruksikan gagasan-gagasannya sehingga lebih mudah juga mendeskripsikan pengetahuan baru yang mereka dapat.

Apa saja manfaat yang kami dapatkan telah kami rangkum dalam artikel kegiatan menanam tomat di sekolahkudirumah berikut ya :

Menemukan Ciri-Ciri Makhluk Hidup Pada Tumbuhan Ketika Belajar Menanam Tomat 

Cara Belajar Menanam Tomat

Salah satu manfaat yang saya rasakan melalui pembelajaran langsung ini anak menjadi lebih mudah mendeskripsikan ciri-ciri tumbuhan sebagai makhluk hidup, anak mampu dengan mudah menjelaskan bahwa bertumbuh, memerlukan makanan dan minuman, serta menerima rangsangan adalah salah satu ciri makhluk hidup.

Jika sebelumnya mereka hanya membaca apa yang ada di buku atau hanya mendengar ketika saya menjelaskan, kali ini mereka mendapatkannya dari pengalamannya sendiri selama bercocok tanam.

Membuktikan Bahwa Tanaman Menerima Rangsangan

Ketika tanaman tomat mereka tiba-tiba kedapatan layu akibat kepanasan, saya menyarankan agar mereka bergegas memindahkannya ke tempat yang lebih redup dan menyiramnya di sore hari ketika panas matahari sudah turun.

Mereka mendapati selang beberapa jam kemudian tanaman tomat mereka kembali segar, daun-daunnya pun terbuka kembali, dari pengalaman ini mereka menyimpulkan bahwa tanaman juga dapat menerima rangsangan.

Membuktikan Bahwa Tanaman Bertumbuh

Ketika anak-anak memulai menanam biji-biji tomatnya, mereka mengamati adanya pertumbuhan dari biji menjadi tanaman muda, anak-anak juga melihat tanaman muda ini semakin hari menjadi semakin tinggi, cabangnya pun bertambah dari hari ke hari, daun-daun baru juga banyak bermunculan.

Dari pengamatan ini, mereka membuktikan bahwa tanaman bertumbuh.

Membuktikan Bahwa Tanaman Membutuhkan Makan Dan Minum

Banyak usaha yang telah dilakukan anak-anak agar tanamannya tetap hidup dan tumbuh dengan baik. Tabel merawat tanaman sangat membantu mereka terutama mengurangi resiko lupa menyiram atau memberi pupuk pada semua tanamannya.

Pernah suatu ketika, beberapa hari mereka tidak memperhatikan tanaman-tanamannya, alhasil tanaman-tanaman itu pun menjadi layu dan kering daun-daunnya, anak-anak sedih bukan main melihat tanaman-tanaman miliknya tidak segar seperti biasanya.

Pengalaman ini, membuat mereka sadar bahwa tanaman membutuhkan makan dan minum serta nutrisi supaya dapat tumbuh dengan baik, ternyata mereka bisa sakit dan mati seperti makhluk hidup lainnya.

Nah, melalui pengalaman-pengalaman langsung ini anak-anak membuktikan bahwa tanaman adalah makhluk hidup, karena memiliki ciri-ciri yang memenuhi untuk disebut sebagai makhluk hidup.

Belajar Menanam Tomat Sambil Belajar Botani

Cara Belajar Menanam Tomat

Kegiatan belajar menanam tomat ini banyak menambah wawasan kami, khususnya mengenai botani yaitu ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan.

Sejak melakukan pengamatan terhadap tanaman tomat, anak-anak dapat mengenali morfologi sederhana tanaman ini dengan mudah sekaligus mampu menjelaskan fungsi setiap bagian tanaman tersebut dengan baik.

Begitu pula dengan anatomi buahnya, melihat bentuk irisan buah tomat yang berbeda dengan buah lainnya, anak-anak pun tertarik ingin mempelajari bagian dalam buah ini lebih lanjut.

Berbeda dengan ketika saya menyampaikan materi ini hanya dengan teori, informasi yang diperoleh selama belajar langsung melalui pengamatan seperti ini ternyata lebih mudah diserap oleh anak, karena anak berhadapan langsung dengan objek riilnya.

Ketika anak diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam setiap proses belajarnya, mereka akan belajar dari pengalaman yang dialaminya sendiri, hasilnya mereka lebih memahami konsep akan materi dalam pembelajaran tersebut.

Mereka juga akan lebih terpantik rasa ingin tahunya ketika menemukan hal-hal baru yang muncul dalam proses belajarnya, responnya sangat berbeda ketika hanya mendengarkan penjelasan berisi teori-teori yang bersumber dari satu arah saja.

Dalam hands-on learning ini tidak hanya salah satu kemampuan saja yang diasah, namun kemampuan menganalisa secara visual, auditori, verbal juga diasah karena secara bersamaan ketiganya aktif bekerja bersama dengan pikiran, adanya gerakan atau sentuhan langsung, membuat mereka semakin mudah untuk memahami ilmu pengetahuan dengan baik.

Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gerakan dan pikiran, artinya dengan menyentuh mereka akan lebih mudah memiliki pemahaman penuh ketika belajar.

Nah, untuk melengkapi aktivitasnya, saya membuatkan mereka tabel pengamatan, tabelnya sederhana, tujuannya supaya mereka lebih mudah mencatat hasil observasinya.

Setelah mengamati pertumbuhan dan morfologi tanaman tomat muda, anak-anak penasaran kenapa tanaman tomat mereka tak kunjung mengeluarkan buah, padahal mereka sudah rajin merawat dan menyiramnya.

Seolah tidak puas dengan jawaban saya, mereka ingin tahu bagaimana sebenarnya bentuk tanaman tomat dewasa, karena di rumah kami belum mempunyai koleksinya, akhirnya mereka berniat meminjam tanaman tomat dewasa milik tetangga untuk diamati.

Beruntung tetangga yang memiliki tanaman tomat tersebut tidak jauh dari tempat kami tinggal,  tanaman tomat miliknya pun saat itu sedang berbunga dan berbuah.

Tetapi setelah menemukan tanaman tomat dewasa justru saya harus menghadapi tantangan baru, yaitu bagaimana memotivasi anak supaya dia mampu mengatasi rasa malu dan takutnya, saya harus membangun keberanian serta rasa percaya diri mereka supaya bersedia meminta izin ke sang pemilik tanaman agar diperbolehkan mengamati tanaman tomat miliknya tersebut.

Sepele ya moms, tetapi menurut saya itu bagian dari membangun kebiasaan baik yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini, seperti : budaya meminta izin, tidak selalu bergantung kepada orang dewasa, berani berkomunikasi dengan orang lain dan mampu menyampaikan pendapat dengan baik, serta berani bertanggung jawab.

Berkat tetangga yang baik dan keberanian anak-anak untuk meminta izin, kami berhasil mengamati perbedaan morfologi antara tanaman tomat muda dan dewasa secara konkret, mereka puas karena akhirnya semua pertanyaan yang menggelitiki fikirannya terjawab setelah mereka langsung berinteraksi dengan objeknya.

Mengetahui Siklus Hidup Tanaman Dari Belajar Menanam Tomat

Cara Belajar Menanam Tomat

Dari hasil pengamatan tersebut anak-anak kemudian mencatatnya ke dalam tabel pengamatan mereka yang sudah saya siapkan. Pengamatan tersebut banyak menghasilkan pengetahuan baru, jika selama ini anak melihat siklus hidup tanaman hanya dari buku dan internet, kali ini anak-anak benar-benar telah melihat dan menyentuhnya secara nyata.

Biji adalah awal mula kehidupan tanaman tomat, dari biji bisa berubah menjadi tanaman, tanaman yang baru muncul itu disebut tanaman muda, tanaman muda terus bertambah tinggi yang artinya dia bertumbuh lagi dan terus bertumbuh hingga menjadi tanaman dewasa, lalu berbunga kemudian bunganya menggemuk dan akhirnya mengeluarkan buah, begitulah kesimpulan anak-anak.

Observasi terhadap tanaman tomat muda pun masih terus berjalan hingga sekarang, dan telah memasuki bulan ke dua.

Mendapatkan Jawaban Tomat Termasuk Jenis Sayuran Atau Buah

Cara Belajar Menanam Tomat

Pernahkah moms mendapat pertanyaan dari anak-anak mengenai kebenaran tentang status si tomat, “masuk ke dalam kelompok manakah mereka, buah atau sayur ?”

Jika pernah, disini saya juga mengalami hal yang sama, kebingungan anak-anak muncul ketika mereka mendengar orang dewasa menyebut kata tomat dan menemukan dua versi yang berbeda, ada yang menyebut tomat adalah buah, tetapi ada juga yang menyebut tomat adalah sayur.

Seperti mentimun, cabai, labu, jagung, terung dan paprika ternyata tomat juga sering menjadi perdebatan dalam dunia kuliner, apakah dia termasuk ke dalam golongan sayur atau buah.

Kalau dilihat dari ciri-ciri anatominya, tomat termasuk ke dalam golongan buah karena dagingnya yang berbiji.

Secara botani, buah merupakan bagian dari tanaman yang strukturnya mengelilingi biji dimana struktur tersebut berasal dari indung telur atau sebagai bagian dari bunga itu sendiri, atau dengan kata lain buah merupakan bagian tumbuhan yang berasal dari bunga atau putik (biasanya berbiji).

Sedangkan sayur adalah bagian dari tanaman yang tidak berbunga ataupun berbiji. Sayur merupakan bahan makanan yang berasal dari bagian tumbuhan seperti daun, batang, dan bunga, dimana bagian tersebut biasanya dapat dimasak dan dikonsumsi, contoh :

  • Yang dapat kita makan daunnya, seperti : bayam, sawi, selada, kubis, daun singkong, kangkung, pakcoy.
  • Yang dapat dimakan bagian batangnya,  seperti : kentang, ubi jalar, dahlia, suweg, talas, bengkuang, uwi, gembili, kentang hitam, gembolo.
  • Yang dapat dimakan bagian akarnya seperti wortel, lobak, singkong.
  • Yang berasal dari bunga, seperti : bunga turi, bunga bawang, bunga kol, bunga pepaya, bunga genjer, bunga jantung pisang, bunga kecombrang, bunga terubuk, bunga sedap malam, brokoli.

Namun ketika saya membaca artikel The Daily Meal yang ditulis sekitar tahun 2017 lalu, ternyata meski tomat secara teknis adalah buah, secara legal sebenarnya tomat pernah dianggap sebagai sayuran.

Pasalnya, dilihat dari bentuknya, tomat seharusnya masuk ke dalam keluarga buah, namun secara kegunaan tomat terlihat bukan sebagai buah melainkan lebih mirip seperti sayur.

Berawal dari perdebatan yang terjadi di kalangan para importir buah yang beradu argumen soal tomat, mereka menyebut tomat bukan dari golongan sayuran.

Yang menjadi perdebatan kala itu adalah bahwa buah tidak dikenakan pajak, sedangkan sayur dikenakan pajak 10 persen untuk impor.

Karena perdebatan tersebut masih berlangsung hingga abad ke-19, akhirnya membuat pihak pengadilan Amerika, US Supreme Court membawa kasus ini ke ranah persidangan, “Apakah tomat termasuk sayur atau buah?”

Pada akhirnya pengadilan memutuskan bahwa tomat bukanlah buah melainkan sayur, hal ini diperkuat dengan penggunaan tomat yang umumnya digunakan sebagai bagian dari sayuran, seperti : sup, salad, dan sandwich.

Sebaliknya tomat tidak ditemukan sebagai bagian dari makanan pencuci mulut, kue kering, kue bolu, dan makanan lain yang umumnya menggunakan buah, oleh karena itu tomat secara legal digolongkan sebagai sayuran, bukan buah, sehingga tomat harus dikenai pajak sayuran.

Sedangkan penyebab hingga saat ini sebagian orang masih banyak yang beranggapan bahwa tomat merupakan jenis sayuran, kemungkinan mereka tidak hanya melihat tomat dari struktur tanaman saja, namun juga berdasarkan rasa.

Pengelompokkan buah dan sayur berdasarkan rasa ini dilihat dari segi kuliner. Buah biasanya memiliki rasa manis atau asam dan bisa dinikmati langsung tanpa diolah terlebih dahulu, biasanya  buah ditemukan dengan mudah sebagai makanan pencuci mulut, camilan, atau jus. 

Sedangkan sayur biasanya diolah terlebih dahulu dan disajikan dengan tambahan berbagai bumbu agar rasanya yang pahit atau langu dapat berubah menjadi gurih sehingga nikmat ketika disantap, biasanya sayur dihidangkan sebagai makanan utama pendamping lauk dan karbohidrat.

Beberapa buah juga masih sering dianggap sebagai sayuran karena rasanya, seperti : labu, cabe, timun, terong, paprika, atau buncis. Padahal mereka semua termasuk ke dalam keluarga buah berdasarkan ilmu botani.

Begitu pula sebaliknya, banyak sayur yang masih sering dianggap sebagai buah karena rasanya yang manis dibanding sayur lainnya, seperti : bengkuang, ubi jalar, wortel, atau lobak.

Kemudian bagaimana dengan kami ? Kami sepakat untuk melihat tomat dari sudut pandang ilmu pengetahuan, khususnya botani.

Dengan melihat strukturnya sebagai dasar pertimbangan, tomat adalah buah, karena tomat berasal dari tanaman berbiji yang berkembang setelah penyerbukan.

Proses penyerbukan terjadi ketika serbuk sari jatuh dan menempel pada kepala putik, kemudian akan terbentuk benih buah di dalam ovarium yang seiring waktu akan membengkak dan matang menjadi bakal buah.

Dari kesimpulan diatas memberikan pemahaman yang detail kepada anak-anak sehingga memudahkan mereka dalam mengklasifikasikan tomat merupakan keluarga buah atau sayur, yang kemudian mantap menyebut bahwa tomat adalah buah.

Demikian halnya ketika diminta untuk mengidentifikasi mentimun, cabai, labu, jagung, terung dan paprika, tanpa kebingungan lagi mereka akan menyimpulkan bahwa ke enamnya masuk dalam kelompok buah.

Nah, demikian moms pengalaman saya dalam rangka memfasilitasi keinginan anak-anak untuk mempunyai tanaman tomat sendiri di rumah.

Semoga sekelumit cerita ini dapat bermanfaat dan memberikan insight baru untuk para orang tua yang saat ini sedang mencari ide untuk mengenalkan botani kepada putra putrinya.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *